Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2023

مفهوم الحرف عند علم اللغة الإندونيسية

 الحرف عاما ينقسم على نوعين حرف مباني وحرف معاني. حرف مباني هو حرف يعد كلمة أوجملة مثلا كان المسجد هو يتكون من ستة أحرف ا، ل، م، س، ج، د ومثلا آخر يعنى حروف الهجائية أو الأبجادية، وبخلاف حرف المعاني هو ما ليس معنى إلا مع غيرها أو لفظ يكون ترجمة أو معنى ولكنه لم يكن دلالة، مثلا كان في بمعنى للظرف، على بمعنى للاستعلاء، أو للتخيير، أم لطلب التعيين، واو المعية بمعنى للمصاحبة، أين وغير ذلك، كما عرفنا أنهم يكونون ترجمة مثل أين، أنها تدل في أي مكان يقع الفعل كما نقول أين لي يستطيع أن يجد تاجر الرز المقلي. وعند علم اللغة الإندونيسية أن الحرف صيغة الكتابة أو رمزها، وفي كل حرف يشتمل على صوت. بعدما قرأنا مفهومين عن الحرف عند علم النحو وعلم اللغة الإندونيسية كما سبق نفهم أن الحرف على أساس اللغة الإندونسية تكون مفهوما مخالفا به، ويقصد هنا أن تعريف الحرف للغة إندونيسية يدخل على قسم حرف المباني ليس حرف المعاني حيث أن ذلك، الحرف عند علم النحو يكون حرفا معانيا وليس حرفا مبانيا. والحرف المعاني في اللغة الإندونيسية عرف بكلمة الموصل(kata penghubung). وعلامات الحرف لا تدخل علامات الفعل والاسم أو ما لا ...

Konsepsi Fi'il Dalam Linguistik Bahasa Indonesia

B. Kata Kerja (Verba) Kata kerja dalam bahasa Arab disebut dengan fi'il.  Dalam bahasa Indonesia, verba dimaknai dengan bagian kata yang menunjukkan tentang aktivitas atau perbuatan atau predikat dari subje. Predikat atau kata kerja bisa berupa Frasa Nominal(التركيب الاسمي أو الإسنادي), Frasa Verba(التركيب الفعلي), Frasa Adjektival(التركيب الوصفي), Frasa Numeral(التركيب العددي), dan Frasa Preposisi(الفعل المتعلق بحرف الجر). Ciri-ciri predikat dapat dilihat sebagaimana berikut: 1. Jawaban atas pertanyaan  mengapa dan bagaimana 2. Dapat diingkarkan 3. Dapat disertai kata-kata aspek dan modalitas 4. Unsur pengisi predikat Penggunaan kata kerja dalam sebuah bahasa tentunya diikuti atau terikat oleh keterangan waktu, baik secara eksplisit maupun implisit. Tanpa ada keterangan waktu, hal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai kelas kata verba. Secara umum keterangan waktu yang mengikuti kata kerja dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab memiliki konsep yang sama yaitu kata kerja l...

Konsepsi Isim Dalam Linguistik Bahasa Indonesia

  A. Kata Benda(Nomina) Merupakan kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda, dan segala yang dibendakan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi yang diberikan lebih bersifat fungsional yakni, kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai dengan kata tidak, seperti contoh rumah, kata tersebut tidak mungkin dikatakan 'tidak rumah' dan kedudukannya seringkali menjadi subjek, objek, keterangan tempat, keterangan waktu, penegasan, dan adjektiva. Selanjutnya, penerapan konsepsi tersebut dalam proses pembelajaran ilmu Nahwu, mengharuskan peserta didik misalnya, untuk mengetahui apa terjemahan Indonesia dari suatu kata yang berbahasa Arab, tanpa mengetahui hal tersebut maka akan terjadi miskonsepsi antara nomina dalam konsep bahasa Indonesia dan Isim dalam konsep bahasa Arab. Sebagai komplemen pelengkap, maka harus dipaparkan pula tanda-tanda yang menyebabkan kata tersebut masuk dalam kategori kata benda dalam bahasa Indonesia, atau Isim dalam bah...

Rekonstruksi Ilmu Nahwu berbasis Pendekatan Linguistik Bahasa Indonesia

Proses penerjemahan dalam dunia peradaban Islam menjadi salah satu media paling berpengaruh dalam perkembangan peradaban ilmu pengetahuan dunia Islam. Tak dapat dipungkiri bahwa tanpa terjadinya kegiatan menerjemah pada masa itu, kaum muslimin tak akan mengenal konsep ilmu pengetahuan yang berasal dari peradaban lainnya seperti Yunani misalnya. Pembelajaran ilmu Nahwu yang dipelajari oleh non native speaker Arabic , pasti melalui proses penerjemahan dengan menggunakan jenis metode pembelajaran apapun.  Proses penerjemahan yang terjadi dalam proses belajar maupun pembelajaran Nahwu tentu berbeda satu dengan yang lainnya, diantaranya, terdapat penggunaan bahasa Pegon-Arab dalam proses pemaknaan kitab kuning di dunia pesantren Salaf, ada juga yang menggunakan terjemahan perkata dalam menjelaskan suatu istilah ilmu Nahwu, ada pula yang menggunakan terjemahan tekstual per kalimat, dan ada pula yang menerjemahkan langsung terhadap satu paragraf penuh dengan bentuk terjemahan bebas (makna...

Perkembangan Ilmu Shorf Dalam Peradaban Bahasa Arab Modern

Dalam Muqaddimah-nya Ibnu Khaldun menjadikan ilmu Nahwu dan Shorf menjadi salah dua pokok ilmuwan penting Bahasa Arab(العلوم الأساسية العربية).  Pada masa awal kelahiran Nahwu dan Shorf sebagai sebuah ilmu pengetahuan, dilandasi terhadap hal yang bersifat klasikal, yakni agar terhindar dari kesalahan membaca Alquran dan Al-Ahadist An Nabawiyah yang mana implikasi dari kesalahan membaca tersebut menyebabkan Alquran dan Al Hadits tidak dipahami secara benar. Selama perjalanannya sejauh ini ilmu shorof tidak mengalami perubahan dalam aspek internalnya yang terjadi hanyalah pengembangan-pengembangan istilah saja seperti: Fi'Il Tsulatsi Mujarrod= Kata Kerja Triliteral Fi'il Ruba'i Mujarrod= Kata Kerja Dwiliteral Fi'il Khumasi Mujarrod= Kata Kerja Pentaliteral Fi'il Sudasi Mujarrod= Kata Kerja Heksaliteral; dan lain sebagainya. Masuk pada abad modern-saat ini, ilmu Shorf mulai mengalami malfungsi internal, yang dimaksudkan ialah terdapat beberapa pola wazan penashrifan ya...

Modernisasi Materi Nahwu Abad Kontemporer dan pembelajarannya

Modernisasi Materi Nahwu Abad Kontemporer dan pembelajarannya Nahwu akan senantiasa tetap menjadi salah satu cabang keilmuan penting dalam bahasa Arab, dengan catatan selama bahasa Arab itu masih populer dalam kehidupan manusia. Bahasa Yunani misalnya, dalam penggunaannya secara bahasa lisan, ia sudah tak populer dalam kehidupan manusia, namun masih populer dalam aspek bahasa tulisnya, oleh karena itu sering ditemukan dalam buku-buku, jurnal ilmiah, skripsi, tesis bahkan disertasi yang pengambilan akar kata suatu istilah diambil dari bahasa yunani. Perkembangan nahwu dari masa ke masa dapat dikategorikan menjadi tiga kategori, yaitu: Nahwu teoritis(Nadzhori), kemudian beralih ke nahwu Praktis(Tathbiqi), dan kemudian beralih ke Nahwu Fungsional(Wadzhifi). Nahwu teoritis sendiri mempunyai beberapa indikasi, diantaranya: 1. Materi yang dituliskan sangat detail 2. Perbedaan ulama nahwu mengenai satu hal dalam ilmu nahwu dijadikan pembahasan penting dan tidak boleh dilewatkan 3. Qoidah-qoid...