Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Rasionalisme VS Empirisme

Gambar
قال صلى الله عليه وسلم : " أول ما خلق الله العقل، فقال له : أقبل، فأقبل.  ثم قال له : أدبر، فأدبر.  فقال : وعزتي وجلالي ما خلقت خلقا أكرم علي منك، بك آخذ، وبك أعطي، وبك أثيب، وبك أعاقب" .  Logika ialah ilmu pengetahuan mengenai penyimpulan yang lurus . Pertentangan atau perdebatan yang dialami oleh kaum Rasionalisme dan Empirisme tentang "cara pemerolehan ilmu pengetahuan" menjadi kan keduanya sebagai 2 dari 4 kubu besar kefilsafatan yang memberikan kontribusi besar pada sejarah kefilsafatan abad pertengahan sampai modern ini. Pertentangan argumentatif dua sekte tersebut disebabkan oleh Perbedaan pendapat mereka tentang cara atau alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan(ini keterangan umumnnya). Paham rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan akal(reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan memverifikasi pengetahuan. Rasionalisme bukan berarti menafikan sebuah pengalaman untuk memperoleh ilmu pengetahuan, hanya pengalaman dijadikan urutan ...

إله وعقل

Gambar
الفرقة السلفية تتفعل على عقيدة القضائية ( Predestinasi ) بمعنى يؤكد على حقيقة الألوهية التي لم تفهم جوهريا، وإذا نزاعم أن نفهمه بالطبع ليس له إلها ولكنه تصور تفكير الإنسانية قط. ذاته تبدع على كل رأية الإنسانية من جراء أمر حسنة أو سيئة. وهو لايلتزم في رايات ورجاءنا، إذا كان الأمر الذي يسمى السيئة أو جائر لأن الرب قد حكمهما في حسب موقعهما، غير أن درجات الإنسانية تكون على قياس غيبي الذي ذلك الحال ينطبق على ذات الله. ويشدد ابن حنبل على غيبية الإلهية دائما لأنه يكون على خارج نطاق تحليل العقلية والتصورية. كانت نظرية الإلهية الأساسية كما قيل محي الدين محمد دحلان "الإله نوعان : الرب الذي يخلق على كل شيء موجود، وإله الذي نخلقه. هذه نظرية تدل على فرضيتان. الفرضية الأولى الإله هو ذات غيبية الذي لايستطاع أن يفهم عقليا كامليا، بل هو يستطاع أن يفهمه بذوق والقرآن الكريم( الكتاب الذي أعلى الأصول) ولكنه لم يتمكن من أن يشرح أيضا حقيقة ذاته عالميا أو نصفيا لأن القرآن الكريم أنزل بمنهج تفكير الإنسانية ليس له الفكرة الألوهية. في الحقيقة أن كلمة "إله" كلمة من أصعب الكلمات من جهة التعريف، كما ...

Tuhan dan Logika

Gambar
Kelompok Tradisionis menganut doktrin predestinasi dengan maksud menekankan kodrat Tuhan yang secara esensial tidak bisa dipahami, kalau kita meng-klaim dapat memahaminya, tentu itu bukanlah Tuhan tetapi sekedar proyeksi pikiran manusia. Tuhan melampui segala pandangan manusia tentang kebaikan maupun kejahatan dan tidak terikat pada standar-standar dan harapan kita, suatu tindakan dikatakan jahat atau tidak adil karena Tuhan telah memutuskannya demikian, bukan karena nilai-nilai manusia memiliki dimensi transenden yang juga berlaku pada Tuhan. Ibn Hanbal selalu menekankan ketaktercerapan kodrat ilahi, yang memang berada di luar jangkauan semua analisis logis dan konseptual. Teori dasar tentang Tuhan, seperti yang dinyatakan oleh Muhyiddin M. Dahlan, berbunyi "Tuhan itu ada dua, Tuhan yang menciptakan kita, dan Tuhan yang kita ciptakan".  Teori tersebut menunjukkan tentang dua hipotesis. Hipotesis pertama ialah Tuhan merupakan Dzat Transendental yang tidak akan bisa dipahami m...