Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2022

Ketika Tuhan Tak Pernah Salah

 Antara harapan, manusia, dan takdir. Ada yang bilang, sakit yang disengaja adalah berharap kepada manusia. Sebuah aforisme yang menunjukkan tentang "keegoisan manusia terhadap orang lain, yang tak pernah mau tuk disalahkan". Seakan-akan manusia dianggap sebagai penyebab dari luka yang dirasakan, dianggap sebagai makhluk yang senantiasa mengajarkan derita dan cerita luka. Berbanding terbalik terhadap perlakuan mereka terhadap Tuhan. Bukankah, begitu banyak harapan manusia yang belum terkabulkan atau bahkan tak akan dikabulkan oleh-Nya, namun manusia senantiasa beranggapan "Mungkin Tuhan, sedang mempersiapkan yang terbaik atas hambanya". Lantas, itu tidak adil namanya, jika hanya Tuhan yang tak boleh dibenci, andai saja, manusia punya kemampuan seperti tuhan, maka manusia tak akan pernah membenci manusia, tak pernah menganggap "berharap kepada manusia adalah luka yang disengaja", karena bukan harapannya yang salah, tapi tentang bukan dia orang yang tepat un...