Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Pengembangan Pembelajaran Nahwu Berbasis Teori Kebiasaan James Clear

Dalam bukunya(Atomic Habits) James clear secara tegas dan berani mengatakan bahwa dalam semua tataran kehidupan manusia teori kebiasaan ini mampu memberikan dampak positif yang luar biasa bagi setiap individu yang ingin mempertahankan atau merubah suatu kebiasaan. Fakta selanjutnya ialah teori James clear mengenai kebiasaan tersebut memang berlandaskan dari teori kebiasaan Charles Duhigg, dengan demikian secara sederhana James Clear memang menukil teori Carles Duhig di dalam bukunya, tapi tidak serta merta menduplikasi tapi James Clear juga ikut serta memberikan pengembangan-pengembangan teoritis yang termaktub di dalam bukunya. Lebih lanjut, Teori Kebiasaan James Clear secara sederhana hanya terdiri dari 4(empat) poin sederhana, yaitu: Menjadikannya terlihat; Menjadikannya mudah; Menjadikannya menyenangkan; Menjadikannya memuaskan;. Empat poin di atas digunakan sebagai cara/trik untuk mempertahankan kebiasaan baik, dan untuk menghilangkan kebiasaan buruk maka cukup dengan merubah 4(em...

Perkembangan Bahasa Arab(Pungtuasi dalam bahasa Arab)

Bahasa Arab awal mulanya tidak mengenal pungtuasi(tanda baca) layaknya koma(al-fashilah), titik(an-nuqthoh), tanda tanya(al-istifham) dan sebagainya. Sejalan dengan perkembangan penulisan di dunia Internasional, bahasa Arab kembali memberanikan diri untuk mengadopsi pungtuasi layaknya bahasa-bahasa non semitik, hingga pada akhirnya bahasa Arab mengenal tanda baca dan diimplementasikan dalam bentuk tulisan yang bisa ditemui dalam karya-karya bahasa Arab modern dan kontemporer. Namun, pada dasarnya, bahasa Arab memang sudah mengenal tanda baca sejak awal kemunculannya di dunia, hanya saja tanda baca yang digunakan tidak berupa simbol-simbol atau tanda-tanda karakter tertentu, tapi tetap menggunakan huruf-huruf hijaiyah sebagaimana dalam Al-Quran Al-Karim, As-sunnah, dan kitab-kitab Arab klasik. Wawu dalam bahasa Arab secara fungsional tidak hanya berperan sebagai huruf koordinatif, tapi berperan pula sebagai tanda 'koma', contoh misalnya: وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ يُدْخ...