Pengembangan Pembelajaran Nahwu Berbasis Teori Kebiasaan James Clear
Dalam bukunya(Atomic Habits) James clear secara tegas dan berani mengatakan bahwa dalam semua tataran kehidupan manusia teori kebiasaan ini mampu memberikan dampak positif yang luar biasa bagi setiap individu yang ingin mempertahankan atau merubah suatu kebiasaan.
Fakta selanjutnya ialah teori James clear mengenai kebiasaan tersebut memang berlandaskan dari teori kebiasaan Charles Duhigg, dengan demikian secara sederhana James Clear memang menukil teori Carles Duhig di dalam bukunya, tapi tidak serta merta menduplikasi tapi James Clear juga ikut serta memberikan pengembangan-pengembangan teoritis yang termaktub di dalam bukunya.
Lebih lanjut, Teori Kebiasaan James Clear secara sederhana hanya terdiri dari 4(empat) poin sederhana, yaitu:
Menjadikannya terlihat;
Menjadikannya mudah;
Menjadikannya menyenangkan;
Menjadikannya memuaskan;.
Empat poin di atas digunakan sebagai cara/trik untuk mempertahankan kebiasaan baik, dan untuk menghilangkan kebiasaan buruk maka cukup dengan merubah 4(empat) poin di atas menjadi kalimat negasi, menjadi:
Menjadikannya tidak terlihat;
Menjadikannya sulit/tidak mudah;
Menjadikannya menyusahkan/tidak menyenangkan;
Menjadikannya mengecewakan/tidak memuaskan;.
Dengan demikian, guna memberikan kualitas pembelajaran nahwu yang baik, maka 4(empat poin) di atas dapat dijadikan sebagai landasan paradigma dalam kegiatan belajar mengajar sintaksi bahasa Arab.
Poin pertama: menjadikannya terlihat
Aspek kedua mengenai teori kebiasaan James Clear dapat diimplementasikan dalam pemberian contoh keseharian(menjadikannya terlihat, walaupun tidak dialami secara langsung dalam suatu kelas).
Contoh:
أعطى النقود عامل التنظيف
"Aku memberikan uang kepada petugas kebersihan itu".
Poin Kedua: menjadikannya mudah.
Sebagai seorang guru(apapun yang diajarkan), telah menjadi kewajiban mutlak untuk senantiasa memudahkan suatu konsep dalam suatu fan keilmuan agar dapat dipahami secara mudah oleh peserta didik yang diajar. Dan, sangat diperbolehkan pula bagi seorang guru untuk merekonstruksi ulang suatu konsep nahwu menjadi makanan yang dapat dinikmati dengan baik oleh peserta didik.
Contoh:
أسلوب الشرط هو جملة تتربط بها فعل الشرط وجواب الشرط.
Jika redaksi tersebut dianggap membingungkan, maka dapat diubah menjadi:
أسلوب الشرط هو جملة تتكون من فعل وجواب الفعل.
Poin ketiga: menjadikannya menyenangkan
Penerapan poin ketiga kaitannya dengan pembelajaran Nahwu bisa diterapkan dalam sebuah metode pembelajaran, kondisi pembelajaran, media pembelajaran dan lain sebagainya. Pemaknaan "menyenangkan" sama sekali tidak hanya terpatok pada kondisi siswa yang leluasa, happy, berani berbicara dan sebagainya, tapi makna "menyenangkan" dapat pula dipahami dengan kondisi psikologis siswa yang merasa tenang, nyaman, anteng(bahasa Jawa), aman, khidmah dan sebagainya, walaupun kegiatan belajarnya tidak diserta dengan permainan, nyanyian, dan sebagainya.
Poin keempat: menjadikannya memuaskan
Cara paling mudah untuk menerapkan poin tersebut ialah dengan memberikan contoh-contoh nahwu yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Sejauh yang kami pahami bahwa, terdapat kepuasan pribadi ketika siswa tersebut mampu memahami contoh dari Al-Quran dan Al-Hadist, akan ada kondisi psikologis positif siswa ketika ia mampu memahami contoh dari kedua sumber tersebut, yang mana hal tersebut sering kami ilustrasikan sebagai berikut:
Al-Quran dan Al-Hadist merupakan sumber hukum Islam dan kehidupan, jika ia mampu dipahami dengan benar(walaupun belum secara totalitas) akan ada kebahagiaan tersendiri bagi individu yang mempelajarinya.
Hal-hal yang dicontohkan di atas tentunya bukan menjadi tolak ukur mutlak, dengan demikian pengembangan-pengembangan berbasis teori kebiasaan James Clear masih sangat bisa untuk dikembangkan lebih lanjut.
Keren banget! Bagaimana resep dari James Clear yaitu 4 Laws of Behavior Change diterapkan kepada pembelajaran Bahasa Arab, terutama Nahwu yang notabene bukan ilmu level sepele benar-benar brilian.
BalasHapusDan bukan itu saja, pengaplikasian teori James Clear memang terkesan umum banget karena semua orang juga pasti juga kepikiran untuk menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari. Namun, menggabungkan sebuah teori yang di setiap poinnya disertai contoh dan solusi untuk penerapannya, itu baru gokil!
10/10 dari saya. Keren banget soalnya boskuh🙌🏻🔥