Bahasa Ilmiah dan Ilusi Kecerdasan
Kemampuan menggunakan istilah ilmiah tidak serta-merta menunjukkan kecerdasan seseorang. Bahasa yang tampak “tinggi” belum tentu mencerminkan kedalaman berpikir. Pengalaman ini saya temui dalam perkuliahan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Arab di UIN Malang(lebih tepatnya pada "Pengembangan pembelajaran Qiro'ah bagi peserta didik berkebutuhan khusus") . Saat itu, dosen kami melempar pertanyaan: apa istilah yang tepat untuk menggambarkan hubungan timbal balik antara guru dan peserta didik—saling merespons, mengkritik, dan bertukar pendapat? Sebagian besar dari kami menjawab, “hubungan resiprokal.” Secara konsep, kami merasa jawaban itu tepat. Namun, beliau justru menanggapi, “Bahasa apa itu?” Kami menjawab, “bahasa ilmiah, ustadz.” Beliau tersenyum, lalu meluruskan: “Bahasa ilmiah bukan soal istilah yang terdengar canggih, tetapi bahasa yang logis dan mudah dipahami. Jika sulit dicerna, maka itu bukan bahasa ilmiah—melainkan bahasa yang gagal menyampaikan maksud.” Sejak ...