Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Khobar Dalam Perspektif Linguistik Bahasa Indonesia

Khabar dalam Linguistik Bahasa Indonesia dimaknai dengan komplemen pelengkap dalam sebuah kalimat, karena ia dimaknai dengan komplemen pelengkap dalam susunan kalimat, maka bentuk khobar dari sebuah mubtada' bersifat variatif, yaitu bisa berbentuk subjek(isim dzohir), pronomina(isim dhomir), frasa(syibh al-jumlah) berupa jar majrur dan idhofah(frasa majemuk), susunan verbal(jumlah fi'liyyah), dan susunan nomina(jumlah ismiyyah), dan isim jenis(dalam bahasa Indonesia dimaknai dengan kata benda yang tidak mengkhususkan pada indivindu, satuan atau unit tertentu dari semua jenisnya. Sehingga ia memiliki keumuman makna walaupun terbatas pada jenisnya saja. Kesesuaian mubtada' dan khobar dalam aspek mudzakkar/muannats, ifrod/tasniyah/jama'-nya. Hal tersebut tidak ditemukan konsep padanannya dalam bahasa Indonesia. Kebutuhan mubtada' akan khobar tentunya bersifat wajib, agar redaksi dari sebuah kalimat tersebut mampu dipahami secara baik dan benar. Sub tema tentang khobar ...

Mubtada' dalam Konsep Linguistik Bahasa Indonesia bagian II

Berdasarkan definisi sebelumnya, implikasi yang ditimbulkan berupa "mubtada' atau subjek harus terletak di awal susunan kalimat", namun tidak diberlakukan secara mutlak. Dengan demikian, terdapat beberapa keadaan yang mengharuskan mubtada' berada di awal susunan kalimat, beberapa keadaan yang lain memperbolehkan mubtada' berada di awal kalimat atau diakhirkan, dan beberapa keadaan yang lain mengharuskan mubtada' diakhirkan.  Secara teoritis, mubtada harus berupa isim ma'rifat, namun dalam praktiknya(istimal al-Arab), orang arab memperbolehkan mubtada' berupa isim nakiroh, dalam beberapa keadaan, yaitu: 1. Jika mubtada'-nya berupa isim nakiroh Contoh: laki-laki yang ganteng itu adalah temanku 2. Jika dimudhofkan pada isim nakiroh. Contoh: orang yang mencari kebaikan adalah orang yang hebat 3. Jika mubtada'-nya didahului oleh huruf negasi. Contoh: bukan laki-laki itu yang memukulmu 4. Jika mubtada' nya didahului kata tanya(interogatif). Conto...

Mubtada' dalam Konsep Linguistik Bahasa Indonesia

Begitu banyak definisi Mubtada' yang telah dipaparkan oleh Ulama' Nahwu, baik ulama' klasik maupun kontemporer. Dari berbagai varian definisi tersebut, dapet disimpulkan bahwa mubtada' ialah isim yang beri'rob yang terletak diawal kalimat(Jumlah), seperti contoh: Rijal membaca koran di kamar mandi kata 'rijal' berkedudukan sebagai mubtada' atau subjek(dalam bahasa Indonesia) karena ia terletak di awal kalimat. Mubtada' sendiri bisa berupa beberapa bentuk, yakni isim mu'rob, isim mabni, mashdar Muawwal. Dalam Linguistik Bahasa Indonesia, isim Mu'rob sebagai mubtada' bisa dimaknai dengan kata benda yang bisa mengalami proses derivasi. Sedangkan Isim mabni ialah kata benda yang bentuknya tidak mengalami proses derivasi. Dan mashdar muawwal adalah frasa yang terbentuk dari kata kerja mudhori' yang diawali dengan kata penghubung berupa أن. Isim Mabni dalam bahasa Arab terbagi menjadi beberapa bentuk, diantaranya Isim Dhomir(Pronomina), Isi...