Mubtada' dalam Konsep Linguistik Bahasa Indonesia

Begitu banyak definisi Mubtada' yang telah dipaparkan oleh Ulama' Nahwu, baik ulama' klasik maupun kontemporer. Dari berbagai varian definisi tersebut, dapet disimpulkan bahwa mubtada' ialah isim yang beri'rob yang terletak diawal kalimat(Jumlah), seperti contoh: Rijal membaca koran di kamar mandi

kata 'rijal' berkedudukan sebagai mubtada' atau subjek(dalam bahasa Indonesia) karena ia terletak di awal kalimat.

Mubtada' sendiri bisa berupa beberapa bentuk, yakni isim mu'rob, isim mabni, mashdar Muawwal.

Dalam Linguistik Bahasa Indonesia, isim Mu'rob sebagai mubtada' bisa dimaknai dengan kata benda yang bisa mengalami proses derivasi. Sedangkan Isim mabni ialah kata benda yang bentuknya tidak mengalami proses derivasi. Dan mashdar muawwal adalah frasa yang terbentuk dari kata kerja mudhori' yang diawali dengan kata penghubung berupa أن.

Isim Mabni dalam bahasa Arab terbagi menjadi beberapa bentuk, diantaranya Isim Dhomir(Pronomina), Isim Maushul, Isim Isyarah(Kata Tunjuk), Susunan Frasa Nominal, Asmaul Istifham(Kata tanya), Isim Syarat(Kata Subjungtif).

Dengan demikian, secara sederhana jika terdapat kata benda yang berbentuk salah satu dari konsep-konsep di atas, maka dapat dipastikan bahwa ia berkedudukan sebagai mubtada' atau subjek. Namun tentunya, petunjuk di atas tidak bisa mewakili konsep i'rob rofa kaitannya dengan mubtada' dalam bahasa Arab, namun setidaknya ia dapat dijadikan sebagai salah satu indikasi mengenai konsep mubtada' dalam sudut pandang linguistik bahasa Indonesia.

Tulisan selanjutnya, masih akan membahasa mengenai konsep mubtada', karena ada beberapa catatan penting yang tidak boleh dihilangkan, kaitannya dengan konsep mubtada' dalam bahasa Arab.

Berkelanjutan............

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Bahasa Terhadap "Berbagai" dan "Pelbagai"

Uji Legalitas Bahasa Terhadap Kata "Solutif"

Langit Yang Masih Sama, Tapi Cinta Telah Tiada