Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Abah dan Surat Az-Zumar ayat 09

Dulu, ketika masih nyantri di Pondok Pesantren An-Najiyah 2 Tambakberas(yang pada saat itu sudah pindah lokasi, dari yang awalnya berada di sebelah Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum pindah ke lokasi yang cukup dekat dengan MTsN Tambakberas(yang saat ini sudah berganti nama menjadi MTsN 3 Jombang). Suatu ketika, setelah pulang sekolah dari Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Tambakberas selepas melaksanakan shalat dzuhur, tiba² Abah nimbali aku melalui Mas Fayed yang saat itu masih kecil tapi sudah ganteng wkwkwk, mas Fayed mendatangiku ke kamar(kamar Abu Bakar) dengan mengatakan: " Bin*, ditimbali abah ", setelah mendengar kabar itu, aku bergegas menuju teras ndalem , sembari berucap "Assalamualaikum", tak lama kemudian abah rawuh kemudian duduk di salah satu kursi yang menghadap ke arah pondok, kondisi pada saat itu begitu panas, aku tak tau kenapa abah memanggilku pada saat matahari sedang panas-panasnya. Kemudian, secara spontan beliau menyampaikan...

Teori Problematika Pembelajaran Nahwu

Dalam berbagai penelitian yang mengkaji tentang problematika pembelajaran Nahwu maupun Shorf, seringkali teori yang digunakan ialah teori dari Aziz Fahrurrozi salah seorang dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berbicara tentang "Problematika Pembelajaran Bahasa Arab", yang secara umum problematikanya terbagi dua konsep umum, yakni Problematika Kebahasaan(linguistik) dan Non Kebahasaan(Non linguistik). Penyimpulan mengenai paragraf di atas berdasarkan hasil analisa kami terhadap 10-15 hasil penelitian mengenai Problematika Pembelajaran Nahwu atau Shorf yang alat analisanya menggunakan teori dari Aziz Fahrurrozi. Problematika Linguistik sendiri merupakan sebuah masalah dalam pembelajaran bahasa Arab yang disebabkan oleh bahasa Arab itu sendiri, dengan kata lain aspek-aspek internal bahasa Arab justru menjadi sebuah faktor yang memunculkan suatu problematika dalam proses pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, seperti problematika morfologis, problematika sintaksis, prob...

Paradigma Pesantren Salaf Dalam Pembelajaran Nahwu

Sebagaimana diketahui bahwa, terdapat perbedaan yang begitu menonjol antara pembelajaran Nahwu yang terdapat di Pondok Pesantren Modern, dan pesantren Salaf di Indonesia. Kajian pembelajaran bahasa Arab dalam dunia Pesantren Modern berbasis pendekatan yang bersifat non reduksi, sedangkan dalam pesantren Salaf bersifat reduksi (lawan kata dari non reduksi).  Pembelajaran berbasis reduksi memiliki konsekuensi bahwa pembelajaran bahasa Arab diajarkan dengan basis satu kesatuan, sedangkan dalam pesantren Salaf materi pembelajaran bahasa Arabnya diajarkan dengan menjadikan materi-materi yang diajarkan bersifat Individual atau dengan kata lain, dikaji secara terpisah. Paradigma pesantren Salaf mengenai pembelajaran Nahwu khususnya menggunakan dua paradigma klasikal yang Bahkan masih diterapkan pada abad kontemporer saat ini paradigma tersebut ialah: 1. al-Fahmu Ba'da Al-Hifdz 2. al-Hifdzu Ba'da Al-Fahm Paradigma yang pertama menitikberatkan peserta didik(santri) dalam hafalan terhada...