Abah dan Surat Az-Zumar ayat 09
Dulu, ketika masih nyantri di Pondok Pesantren An-Najiyah 2 Tambakberas(yang pada saat itu sudah pindah lokasi, dari yang awalnya berada di sebelah Kantor Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum pindah ke lokasi yang cukup dekat dengan MTsN Tambakberas(yang saat ini sudah berganti nama menjadi MTsN 3 Jombang). Suatu ketika, setelah pulang sekolah dari Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Tambakberas selepas melaksanakan shalat dzuhur, tiba² Abah nimbali aku melalui Mas Fayed yang saat itu masih kecil tapi sudah ganteng wkwkwk, mas Fayed mendatangiku ke kamar(kamar Abu Bakar) dengan mengatakan: "Bin*, ditimbali abah", setelah mendengar kabar itu, aku bergegas menuju teras ndalem, sembari berucap "Assalamualaikum", tak lama kemudian abah rawuh kemudian duduk di salah satu kursi yang menghadap ke arah pondok, kondisi pada saat itu begitu panas, aku tak tau kenapa abah memanggilku pada saat matahari sedang panas-panasnya. Kemudian, secara spontan beliau menyampaikan;
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْن لَا يَعْلَمُوْنَۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ.
diikuti dengan terjemahan dari beliau yang berbunyi "Tidaklah sama, orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu", kemudian beliau tutup dengan mengatakan "ilmu iku kudu ditirakati, abah ijazahi, guntur baca ayat itu dan al-Hadid ayat 20 sebanyak 3 kali setiap shalat maktubah karo puasa Ayyamul Bidh(setiap hari selasa, rabu, dan kamis), aku mengatakan "nggeh Bah", setelah itu aku berpamitan dengan terlebih dahulu menyalami tangan beliau.
Setelah beberapa tahun sampai saat ini, aku masih mengalami degradasi intelektualitas mengenai tafsiran lafadz "هل" dalam potongan ayat 6 surat az-zumar tersebut, yang aku bingungkan adalah, sejauh yang aku baca, dalam beberapa kitab tafsir klasik dan kontemporer dan beberapa kitab gramatika bahasa Arab klasik maupun kontemporer, semuanya mengatakan bahwa "هل" itu bermakna 'Istifhamiyah(kalimat interogatif), bukan Nafi(negasi), aku tak tau mengapa beliau(abah) memberikan makna negasi dalam lafadz tersebut, namun yang pasti adalah bacaanku berada di level yang masih sangat bawah dibandingkan beliau, dan kealiman yang sangat-sangat masih belum bisa disebut 'Alim layaknya guru kami Abah Salman.
Terimakasih banyak atas semua yang diberikan, selalu kami panjatkan doa-doa terbaik, sebagai salah satu bentuk Ketaatan kami kepada sosok guru yang luar biasa, dan menjadi orang tua kedua ku pada saat pertama kali menginjakkan kaki di Jawa Timur.
*Bin(asluhu Mr.Bean) merupakan panggilan akrabku di pondok😂, yang merupakan pemberian dari senior-senior pada saat itu, alasan kenapa nama panggilan itu disematkan padaku ialah "karena mereka menganggap wajahku layaknya Mr.Bean😂, aku tak tau apakah itu merupakan fakta atau fitnah, tapi yang jelas, aku pada saat itu sudah ganteng dan unyuk-unyuk pastinya.😂
Komentar
Posting Komentar