Khobar Dalam Perspektif Linguistik Bahasa Indonesia

Khabar dalam Linguistik Bahasa Indonesia dimaknai dengan komplemen pelengkap dalam sebuah kalimat, karena ia dimaknai dengan komplemen pelengkap dalam susunan kalimat, maka bentuk khobar dari sebuah mubtada' bersifat variatif, yaitu bisa berbentuk subjek(isim dzohir), pronomina(isim dhomir), frasa(syibh al-jumlah) berupa jar majrur dan idhofah(frasa majemuk), susunan verbal(jumlah fi'liyyah), dan susunan nomina(jumlah ismiyyah), dan isim jenis(dalam bahasa Indonesia dimaknai dengan kata benda yang tidak mengkhususkan pada indivindu, satuan atau unit tertentu dari semua jenisnya. Sehingga ia memiliki keumuman makna walaupun terbatas pada jenisnya saja.

Kesesuaian mubtada' dan khobar dalam aspek mudzakkar/muannats, ifrod/tasniyah/jama'-nya. Hal tersebut tidak ditemukan konsep padanannya dalam bahasa Indonesia.

Kebutuhan mubtada' akan khobar tentunya bersifat wajib, agar redaksi dari sebuah kalimat tersebut mampu dipahami secara baik dan benar.

Sub tema tentang khobar diperbolehkan mendahulukan mubtada'-nya terjadi jika:

1. Jika khobarnya dianggap cocok untuk diletakkan diawal kalimat, seperti contoh:

'dilarang merokok', dilarang(khobar), merokok(mubtada')

2. jika mubtada' dan khobarnya didahului oleh huruf negasi dan kata tanya(interogatif), seperti contoh:

'apakah orang yang berdiri itu kamu'?, apakah(kata tanya), orang yang berdiri(khobar), kamu(mubtada').

3. Jika khobarnya berupa frasa(syibh jumlah) berupa jar majrur dan kata majemuk, seperti contoh:

'dalam kehatian-hatian terdapat sebuah keselamatan', dalam kehatian-hatian(khobar), terdapat sebuah keselamatan(mubtada').

Berlanjut ditulisan selanjutnya in sya allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Bahasa Terhadap "Berbagai" dan "Pelbagai"

Uji Legalitas Bahasa Terhadap Kata "Solutif"

Langit Yang Masih Sama, Tapi Cinta Telah Tiada