Konsepsi Fi'il Dalam Linguistik Bahasa Indonesia
B. Kata Kerja (Verba)
Kata kerja dalam bahasa Arab disebut dengan fi'il. Dalam bahasa Indonesia, verba dimaknai dengan bagian kata yang menunjukkan tentang aktivitas atau perbuatan atau predikat dari subje. Predikat atau kata kerja bisa berupa Frasa Nominal(التركيب الاسمي أو الإسنادي), Frasa Verba(التركيب الفعلي), Frasa Adjektival(التركيب الوصفي), Frasa Numeral(التركيب العددي), dan Frasa Preposisi(الفعل المتعلق بحرف الجر).
Ciri-ciri predikat dapat dilihat sebagaimana berikut:
1. Jawaban atas pertanyaan mengapa dan bagaimana
2. Dapat diingkarkan
3. Dapat disertai kata-kata aspek dan modalitas
4. Unsur pengisi predikat
Penggunaan kata kerja dalam sebuah bahasa tentunya diikuti atau terikat oleh keterangan waktu, baik secara eksplisit maupun implisit. Tanpa ada keterangan waktu, hal tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai kelas kata verba. Secara umum keterangan waktu yang mengikuti kata kerja dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab memiliki konsep yang sama yaitu kata kerja lampau(فعل ماضي), kata kerja sedang atau akan(فعل المضارع), dan kata perintah atau imperatif(فعل الأمر), serta kata larangan(فعل النهي), yang mengandung keterangan waktu 'akan'.
Selanjutnya, walaupun kata kerja dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia memiliki konsep dan bentuk yang sama, akan tetapi dalam literatur bahasa Arab diberlakukan pula sebuah kata benda atau Isim yang beramal secara tidak sempurna layaknya kata kerja atau fi'il-nya.
Hal tersebut dikenal dengan term teori, yaitu:
.اعمال المصادر، اعمال اسم الفاعل، و اعمال اسم المفعول
Sebuah teori yang menyatakan bahwa terdapat beberapa situasi yang menyebabkan tiga isim tersebut berlaku seperti fi'ilnya, yaitu kebutuhan akan subjek(Fail) dan tidak ada keterikatan waktu(ini yang menjadi sebuah alasan mengapa ia dianggap beramal seperti fi'ilnya namun tidak secara sempurna).
Salah satu tanda kata kerja dalam bahasa Arab, yang dapat ditemukan padanannya dalam konsep bahasa Indonesia yaitu
1. Kemasukan قد
Kata kerja bahasa Indonesia yang diawali dengan penegasan(seperti sungguh benar-benar sangat dan sebagainya).
Selain tanda yang pertama, indikasi-indikasi fi'il dalam bahasa Arab bisa ditemukan padanannya dalam bahasa Indonesia, namun hanya bersifat maknawi saja(implisit), seperti kemasukan ta' fail, sebagaimana contoh 'Aku mandi di sungai'.
Perlu digarisbawahi bahwa penerapan Qod hanya berlaku pada fi'il madhi dan mudhori' saja, hal tersebut pula berlaku dalam bahasa Indonesia. Untuk menghendaki penegasan pada selain kata kerja 'lampau' dan kata kerja 'sedang' atau 'akan' menggunakan sistem aspek dan modalitas yang lain.
Kaitannya dengan pembelajaran nahwu bahwa, untuk menjelaskan konsep fi'il, harus dipaparkan terlebih dahulu dalam sudut pandang bahasa Indonesia-nya, serta memberikan penjelasan secukupnya mengenai proses imbuhan(afiksasi), karena proses afiksasi tersebut merupakan salah satu tanda yang akan sering ditemukan dalam proses mengidentifikasi suatu lafadz yang berupa kata kerja.
Komentar
Posting Komentar