Konsepsi Isim Dalam Linguistik Bahasa Indonesia
A. Kata Benda(Nomina)
Merupakan kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda, dan segala yang dibendakan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi yang diberikan lebih bersifat fungsional yakni, kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai dengan kata tidak, seperti contoh rumah, kata tersebut tidak mungkin dikatakan 'tidak rumah' dan kedudukannya seringkali menjadi subjek, objek, keterangan tempat, keterangan waktu, penegasan, dan adjektiva.
Selanjutnya, penerapan konsepsi tersebut dalam proses pembelajaran ilmu Nahwu, mengharuskan peserta didik misalnya, untuk mengetahui apa terjemahan Indonesia dari suatu kata yang berbahasa Arab, tanpa mengetahui hal tersebut maka akan terjadi miskonsepsi antara nomina dalam konsep bahasa Indonesia dan Isim dalam konsep bahasa Arab.
Sebagai komplemen pelengkap, maka harus dipaparkan pula tanda-tanda yang menyebabkan kata tersebut masuk dalam kategori kata benda dalam bahasa Indonesia, atau Isim dalam bahasa Arab. Namun harus diketahui bahwa tanda-tanda Isim dalam bahasa Arab tidak ditemukan padanannya dalam konsep bahasa Indonesia seperti tanwin, kemasukan Al, I'rob, kemasukkan huruf Jer, kecuali tanda Isim yang berupa menjadi 'musnad ilaih' hal tersebut bisa dijumpai padanannya dalam konsep bahasa Indonesia.
Definisi nomina dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia di atas, tentunya tidak bisa diterapkan secara mutlak mengenai tanda kata benda dalam bahasa Indonesia yaitu kata 'tidak', tidak mungkin bisa disematkan dalam kata benda seperti rumah dengan demikian dia berkedudukan sebagai nomina atau Isim dalam bahasa Arab. Hal tersebut justru berlaku sebaliknya, maksudnya ialah kata 'tidak' bisa disematkan dalam kata Isim, dan penyematan tersebut justru menjadikan tanda kalimat Isim, hal tersebut berlaku pada konsep atau materi atau teori tentang لا النافية للجنس, seperti contoh:
لا إله إلا الله
Beberapa tanda Kata Benda dalam bahasa Indonesia, bisa dilihat sebagaimana berikut:
Kata benda memiliki beberapa ciri-ciri, di antaranya adalah:
1. Kata benda cenderung menduduki fungsi objek.
Contohnya: kata 'pekerjaan' dalam kalimat "Ayah mencarikan saya pekerjaan" adalah kata benda.
2. Kata benda tidak bisa diikuti dengan kata 'tidak', namun kata penginkarnya adalah 'bukan'.
Contohnya pada kalimat "Ayah saya tidak guru", kalimat yang benar adalah "Ayah saya bukan guru."
3. Kata benda umumnya bisa diikuti oleh kata sifat (Adjektiva), baik secara langsung maupun dengan penghubung.
Contohnya: kata 'pensil' merupakan kata benda, karena bisa digabungkan dengan kata sifat, misalnya "Pensil baru."
4. Kata benda bisa diikuti oleh Numeralia atau diikuti angka('Adad Ma'dud) . Contohnya: "Tiga kambing", "Dua ayam" atau "Apel dua biji."
5. Kata benda bisa diikuti oleh kata Jamak. Kata jamak ini bisa ditempatkan di sebelum atau sesudah kata benda.
Contohnya: "Para karyawan", "Beberapa orang", "Banyak nyamuk."
6. Kata benda bisa diikuti oleh kata sifat. Selain itu, di antara kata benda dan kata sifat bisa ditambahkan dengan kata penghubung seperti 'yang'.
Contohnya: "Kelinci yang lucu", "Laptop yang bagus", "Tas yang baru."
Kata benda bisa diikuti oleh kata ganti penunjuk. Contohnya: "Kamera itu", "Jam ini."
7. Kata benda bisa diikuti oleh kata benda lainnya.
Contohnya: "Jam dinding", "Tempat pensil', "Seragam sekolah."
8. Kata benda bisa menduduki fungsi subjek.
Contohnya: "Bapak menanam padi." Bapak adalah subjek.
9. Kata benda bisa menduduki fungsi predikat.
Contohnya: "Istrinya Iqbal Jurnalis." (Jurnalis sebagai penjelas atau badal dari profesi istri Iqbal).
Komentar
Posting Komentar