Klasifikasi Definisi, jenis dan ciri-cirinya
Dalam tulisan sebelumnya, telah dipaparkan sedemikian rupa mengenai konsepsi definisi dan prosedur membuatnya. Hal selanjutnya yang harus diketahui ialah mengenai klasifikasi atau jenis-jenis dari definisi.
Jika ditelaah secara singkat, tema di atas akan menimbulkan sebuah pertanyaan yang berbunyi "mengapa terdapat klasifikasi atau jenis-jenis dari sebuah definisi?, bukankah klasifikasi akan suatu hal justru menimbulkan tingkat kerelatifan yang lebih tinggi? Dengan demikian tak ada definisi apapun yang dapat disetujui oleh semua orang?
Kiranya, hal di atas menjadi stimulus pertama dalam tulisan kali ini, dan tentunya akan ada respon yang diberikan berupa jawaban-jawaban atas pertanyaan di atas, dalam paragraf selanjutnya.
Jenis-jenis definisi:
1. Definisi otensif
2. Definisi melingkar/berputar
3. Definisi langsung
4. Definisi ilmiah
5. Definisi logis
1. Definisi Otensif (Ostensif)
Definisi yang diberikan dengan
menunjukkan langsung objeknya, biasanya digunakan untuk benda konkret atau saat
proses pembelajaran awal.
Contoh: "Ini
adalah kursi," sambil menunjuk kursi, (sambil
menunjuk simbol atau aktivitas)
"Itu adalah agama — seperti
orang yang sedang salat di masjid, atau mengenakan salib di gereja." Menunjuk
langsung pada simbol atau perilaku beragama tanpa menjelaskan konsepnya secara
verbal.
Ciri-ciri:
• Mengandalkan penunjukan langsung
(gestur atau gambar).
• Cocok untuk anak-anak atau
pembelajaran dasar.
• Tidak memakai kata-kata yang
rumit.
• Sulit digunakan untuk konsep
abstrak.
2. Definisi Melingkar (Berputar)
Definisi yang menjelaskan suatu
istilah dengan menggunakan istilah itu sendiri atau sinonimnya, sehingga tidak
memberi informasi baru (cacat logika).
Contoh:
1.
"Seorang
guru adalah orang yang melakukan kegiatan mengajar, dan mengajar adalah tugas
seorang guru."
2. "Agama adalah sistem kepercayaan yang bersifat keagamaan."(Kalimat ini hanya mengulang kata "agama" dalam bentuk lain tanpa menjelaskan substansi).
Ciri-ciri:
• Tidak memberikan pemahaman baru.
• Hanya mengulang atau menggunakan
sinonim.
• Tidak menjawab "apa itu
sebenarnya?"
• Umumnya dianggap sebagai kesalahan
dalam logika.
3. Definisi Langsung
Definisi yang memberikan penjelasan
lugas tentang suatu konsep tanpa bertele-tele. Biasanya bersifat sederhana dan
jelas.
Contoh:
1.
"Air
adalah zat cair yang tidak berwarna dan tidak berbau."
2.
"Agama
adalah kepercayaan manusia kepada Tuhan dan ajaran moral yang
mengaturnya."(Sederhana dan bisa dipahami, namun masih cukup umum).
Ciri-ciri:
• Singkat dan jelas.
• Tidak mengandalkan contoh atau
penunjukan.
• Cocok untuk komunikasi umum.
• Tidak selalu sangat tepat secara
ilmiah.
4. Definisi Ilmiah
Definisi yang diberikan berdasarkan
kaidah ilmiah, menggunakan istilah teknis dan dapat diverifikasi oleh
pengetahuan yang sah.
Contoh:
1.
"Air
adalah senyawa kimia dengan rumus H₂O, terdiri dari dua atom hidrogen dan satu
atom oksigen."
2.
"Agama
adalah sistem kepercayaan dan praktik yang terorganisir, biasanya berkaitan
dengan keyakinan kepada kekuatan adikodrati(dzat Transendental), yang diekspresikan dalam bentuk ritus, simbol, nilai etika, dan
struktur sosial tertentu”. (Menggunakan
istilah teknis dan definisi yang komprehensif sesuai pendekatan ilmiah
(misalnya sosiologis, antropologis, dll.).
Ciri-ciri:
• Menggunakan istilah teknis.
• Objektif dan bisa diuji.
• Berdasarkan pengetahuan ilmiah.
• Umumnya digunakan dalam tulisan
akademik.
5. Definisi Logis
Definisi yang menggunakan metode
logika, yaitu dengan menyebut genus (kelompok umum) dan differentia (pembeda
spesifik).
Contoh:
1.
"Manusia
adalah hewan rasional."
(Genus:
hewan, Differentia: rasional)
2.
"Agama
adalah sistem budaya (genus) yang mengatur hubungan manusia dengan kekuatan
adikodrati atau transendental (differentia)."
Menjelaskan agama sebagai bagian dari sistem budaya (kelompok umum) dengan ciri khas hubungan dengan yang ilahi (pembeda).
Ciri-ciri:
• Tersusun dari dua bagian: genus
dan differentia.
• Digunakan dalam filsafat dan
logika formal.
• Memberikan klasifikasi yang jelas.
• Cocok untuk konsep-konsep abstrak
atau kategorisasi.
Tabel Perbandingan Singkat:
|
Jenis Definisi |
Ciri Utama |
Kelebihan |
Kelemahan Umum |
|
Otensif |
Penunjukan langsung |
Objek konkret, anak-anak |
Tidak cocok untuk konsep abstrak |
|
Melingkar |
Menggunakan istilah itu sendiri |
Umum terjadi tanpa disadari bagi
beberapa orang |
Tidak memberikan pemahaman baru |
|
Langsung |
Jelas dan lugas |
Komunikasi umum |
Kurang akurat secara ilmiah |
|
Ilmiah |
Berdasarkan fakta dan istilah teknis |
Tulisan akademik |
Kurang mudah dipahami orang awam |
|
Logis |
Genus + differentia |
Filsafat/logika |
Memerlukan pemahaman klasifikasi |
Pembentukan definisi yang benar dapat menjadi langkah pertama yang sangat
krusial dalam pelbagai sektor kehidupan. Kesalahan dalam pembentukan definisi
dapat menimbulkan missunderstanding terhadap suatu konsep tertentu, yang
nantinya akan termanifestasi dalam gerakan-gerakan negatif, dan begitu juga
sebaliknya.
Komentar
Posting Komentar